let's go get lost

,

Tentang Jingga dan Kelabu

Dulu kita pernah sama-sama mengagumi senja Lalu setelahnya memuja sajak-sajak ku yang terlahir karena senja dan melodi musik mu yang juga tercipta karena senja Tapi kini yang tersisa hanya kelabu Diikuti butiran air yang lesu Ntah itu hujan mu atau air mata ku Ambigu. Jingga ku hilang bersama dengan debu. - Desember 20...
Share:
Read More
21 Trains of Thoughts
,

21 Trains of Thoughts

A writing project with Arga and Mona about what we learned about life for 21 days. Inspired by my favorite blog, beradadisini. Just let your life teaches you something every single day! :) Day 21. Monday, May 6, 2018 MORE THAN WORD #Learnedfrom This...
Share:
Read More
Perihal Menunggu
,

Perihal Menunggu

"Aku menunggu" ku katakan. "Nanti, tahun depan" jawabmu. Sebuah kelereng waktu bergulir hingga terjatuh. - dalam perjalanan ke gereja, Maret 201...
Share:
Read More
Jatuh Hati
,

Jatuh Hati

Ku sampaikan pada Tuhan Bahwa ada sebuah nama Yang mengganggu perasaanku. Mungkin kita tak saling bicara Tapi saling bertanya. Mungkin kita tak saling bertatap Tapi hati saling terpaut. Atau mungkin bukan kita, Hanya aku dan prasangka. - Jakarta, Maret 20...
Share:
Read More
Kau yang Berjanji, Kau yang Mengingkari

Kau yang Berjanji, Kau yang Mengingkari

"Mon. Aku mau diet. Tanya untuk apa?" Celotehan random siang ini selagi ngotak-ngatik gambar cad. "Untuk apa?" "Untuk April nanti. Kamu bantu ya Mon, ingetin aku supaya bisa nahan makan gorengan ato cake-cake gitu. Masi ada 2 bulan lagi nih." Ku jawab dengan mantap dan tegas. "Hahaha.....
Share:
Read More
Kembali ke Titik Nol

Kembali ke Titik Nol

Saat iseng-iseng blogwalking beberapa waktu tahun yang lalu, saya pernah membaca sebuah tulisan yang bercerita tentang seorang penyanyi terkenal di Indonesia yang pindah dan menetap di luar negri, di negara yang tidak seorangpun mengenalnya sebagai seorang artis. Bukannya kecewa, ia malah bersyukur...
Share:
Read More
,

Kelabu yang Sendu

Aku ini abu-abu. Aku ini tidak tentu. Datang saja.. Mungkin kau hanya akan melihat  kemungkinan-kemungkinan. Mendekat saja.. Mungkin kau hanya akan mendengar kabut angan-angan. Sebab itu jangan mengeluh hingga peluh Bukankah sudah ku bisikkan sendu? Bahwa aku ini abu-abu. Bahwa aku ini tidak tentu. Januari 2018...
Share:
Read More
,

Perempuan dan Luka

Seorang perempuan. Tertatih, tertunduk, terseok. Di ujung lorong gelap yang sempit dan panjang. Entah apa yang mengoyakkan bibirnya. Dan menggores-gores muka. Pipi kening penuh lebam membiru. Urat saraf mengeras kaku. Begitupun tubuhnya. Begitupun hatinya. Putih telah dinoda. Gelap seperti samudera tak berdasar ditengah-tengah hamparan pasir putih. Luka nanah tak kunjung sembuh seperti borok yang...
Share:
Read More