let's go get lost

,

Be My Future

Be My Future
Cerpen by Violeta Charisma Saragih


photo by tumblr
Pacaran :
1. Bangun dari tidur
2. Pergi kuliah
3. Kuliah
4. Pulang kuliah
5. Jalan-jalan bareng pacar
6. Pulang diantar pacar

Jomblo :
1. .....

Hahaha, ada-ada saja orang zaman sekarang, Nara geleng-geleng kepala tidak melanjutkan membaca quote diatas yang tertera di display picture BBM teman satu kampusnya. Zaman sekarang makin banyak saja orang kreatif yang membuat meme yang bikin ngakak, mulai dari kata-kata lelucon sampai kata-kata romantis. Seperti DP yang barusan ia lihat, perbandingan antara kebiasaan orang pacaran dan yang jomblo. Bukan hanya urusan percintaan saja yang dijadikan bahan lelucon, bahkan pada masa-masa pilpres banyak meme-meme lucu bermunculan. Dari undangan pernikahan yang muka pengantinnya diganti menjadi muka kedua capres sampai foto-foto candid capres dan cawapres yang di beri tulisan-tulisan lucu. Bahkan perbedaan survey yang terjadi setelah pemilihan dilakukan memunculkan banyak gambar lucu seperti judul sinetron yang muka pemerannya diganti dan tulisannya diganti dengan isu yang ada di masyarakat. Itu semua muncul kurang dari 24 jam dan langsung beredar luas di media sosial.



Share:
Read More
,

Horeeeeee! Papa Dataaaaang!


hore papa dataaang!
Gak tau kenapa, tapi akhir-akhir ini aku ingin sekali menulis tentang pengalaman dan perasaan ku menjadi anak perantauan. Mungkin karena aku tidak yakin kalau aku bisa merantau kali ya, secara dulu itu rasanya paling susah pisah sama orang tua. 'Bagaimana nanti kalau rindu?' pikiran yang pertama kali muncul dan langsung disusul cibiran dari kakak ku yang jauh lebih mandiri hahaha. Tapi so far so good laah, tangisan-rindu-rumah-dan-orang-tua hanya berlaku selama 3 bulan pertama, sesudahnya sibuk sama kuliah, tugas seabrek, kegiatan kampus, sampai terkadang lupa komunikasi dengan orang tua.

     Hal yang paling menyenangkan bagi anak rantau itu mungkin ketika orang tua datang mengunjunginya, langsung terbayang dong kebebasan finansial yang didapat, hahaha -dasar mahasiswa- Dan itulah yang terjadi ketika aku menerima kabar bahwa papa akan datang. HOREEEE! Papa datang ke Bali untuk urusan
Share:
Read More

Ya, Aku Mau Merantau

image by http://i.kinja-img.com
      Merantau, pasti hampir semua orang tau apa itu merantau. Apalagi orang-orang bersuku Batak terutama anak laki-laki. Merantau itu bisa dibilang pergi dari rumah, meninggalkan kampung halaman untuk bekerja ataupun kuliah. Intinya berupaya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Kenapa harus suku batak? Ya karena aku sendiri suku batak dan hampir semua keluargaku -papa, tulang, kela, opung, sepupu-sepupu- pernah menjadi anak rantau hehehe

      Aku sendiri merupakan anak rantau yang hidup di daerah orang untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahasa umumnya kuliah lah. Seseorang yang memutuskan untuk mau jauh dari orang tua karena melihat sepupu dan kakaknya yang menghilang setelah SMA karena ingin melanjutkan kuliah diluar daerah tempat tinggal di Sumatera Utara. Pada saat itu, memutuskan untuk mau merantau adalah hal yang
Share:
Read More

LKS SMK Bukan Sekedar 'Kompetisi'




Saya yakin kebanyakan anak SMK di Indonesia tidak asing lagi dengan yang namanya LKS. Yap, LKS adalah singkatan dari Lomba Kompetensi Siswa. Kompetisi ini termasuk ajang yang bergengsi bagi siswa-siswi SMK karena diadakan tahunan dan setara dengan OSN (Olimpiade Sains Nasional) yang diadakan di SMP atau SMA. Pemenang LKS tingkat Nasional nantinya akan menjadi perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti ASEAN Skills (Kompetisi Keahlian Tingkat ASEAN) dan World Skills International Competition (Kompetisi Keahlian Tingkat Dunia). Peserta LKS Nasional adalah siswa-siswi yang telah lolos seleksi dari tingkat sekolah, kabupaten/kotamadya dan provinsinya masing-masing.

Ada sekitar 50 mata lomba yang dilombakan pada kompetisi ini sesuai dengan keahlian masing-masing peserta. Pesertanya pun berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Saya pernah berkesempatan menjadi
Share:
Read More

Being a Single isn't a Big Problem


Hai semua, udah lama rasanya gak posting di blog ini karena akhir-akhir ini cukup sibuk karena masa akhir perkuliahan. Kali ini saya ingin menulis tentang betapa enaknya menjadi seorang single. Bagaimana seseorang  dapat berkata "hey, I’m single and very happy"

Mungkin banyak anak remaja sekarang yang kerjaannya sedang bergalau-galau ria. Banyak penyebabnya. Cinta bertepuk sebelah tangan, gagal move on, pacar selingkuh terus diputusin, mantan udah dapet pacar baru,atau takut mutusin pacar hanya gara-gara takut menjadi single. Takut kesepian, gak punya teman,
Share:
Read More

Nabung dan Traveling-lah Selagi Muda!

Kata-kata diatas pasti sudah sering kita dengar. Mengapa harus traveling selagi muda? Ya tentu saja karena masa muda itu masa-masa yang penuh semangat dan keingintahuan. Kita bisa melakukan apa saja selagi muda. Banyak hal yang bisa kita eksplor, salah satunya adalah melihat dan menjelajahi alam Indonesia. Saya sendiri adalah seorang mahasiswa tingkat 3 dan merasa sangat disayangkan apabila saat ini saya hanya diam di kos menunggu libur semester selesai. Karena alasan inilah perjalanan saya di mulai.
                Saat itu saya tengah melaksanakan UAS yang berarti hari libur sudah di depan mata. Saya belum mempunyai rencana apapun untuk mengisi liburan. Walaupun saya berkuliah di Bali yang kata orang
Share:
Read More

Trunyan dan Kuburan Uniknya


Taru Menyan atau yang lebih sering dikenal dengan Trunyan termasuk desa Bali Aga yang ada di Bali. Desa Bali Aga adalah desa tua yang masih memegang erat sistem dan adat-istiadatnya serta sama sekali tidak terkena pengaruh Majapahit. Hal inilah yang kita lihat ketika memasuki kawasan desa Trunyan. Mulai dari bangunannya yang masih mencerminkan arsitektur tradisional Bali sampai ke masyarakatnya sendiri. Selain kebudayaannya yang masih kental, ada satu hal yang membuat desa ini menarik dan selalu dikunjungi wisatawan, yaitu kuburan (sema).

Desa Trunyan terletak di kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Desa ini sudah cukup populer sebagai tempat wisata yang menarik. Bahkan banyak orang berkata belum ke Bali namanya kalau
Share:
Read More

PERTEMUAN TERAKHIR

Pertemuan Terakhir
Cerpen by Violeta Charisma Saragih


Cuaca mendung sore ini. Tidak ada matahari, yang ada hanyalah angin sejuk sepoi-sepoi. Seorang gadis duduk di beranda kosnya sembari menikmati udara sore yang begitu menenangkan. Saat semua orang membenci mendung karena kelabunya, Nara malah sangat mencintai mendung. Menurutnya hembusan angin yang membawa butiran-butiran kecil air hujan saat mendung mengandung rasa nyaman dan tenang.

Dia duduk tertunduk, melihat ke layar handphonenya. Ada sebuah message tertulis dari kakaknya. 'Nara, sampai kapan kamu mau begini terus? Menutup diri dari orang-orang sekelilingmu? Keluar dan bersosialisasi lah..' langsung saja di deletenya message itu tanpa membalasnya. Huh, semua orang memang tidak bisa mengerti, hanya bisa menuntut saja. Seketika itu juga pikirannya melayang, pada ingatan yang sangat tak ingin di reka kembali. Memori 3 bulan lalu...

***

Nara sudah bertekad pagi itu, dia tidak akan menangis. Dia tidak akan mengeluarkan setitik air mata pun, walaupun ia tahu hari ini adalah hari yang sangat kelam baginya.

"Kopermu sudah beres semua, sayang?" Nara bertanya kepada Rei, kekasihnya.

"Sudah sayang, terimakasih udah bantuin aku packing ya. Kita sarapan dulu yuk, abis itu langsung ke bandara" Rei menjawab lembut yang disambut anggukan ragu-ragu dari Nara.

Hari itu adalah hari kepulangan Rei setelah sebulan mengunjungi Nara di perantauan. Mereka adalah sepasang kekasih yang menjalani hubungan jarak jauh. Selama hampir satu tahun mereka tidak bertemu, tidak bertatap muka, hanya saling mendengar suara dan bertukar kata-kata. Sampai suatu saat Rei memberi kabar bahwa ia akan menemui Nara. Ia akan menyebrangi pulau demi pulau hanya untuk melihat Nara, berbicara dengan Nara secara langsung, menemani Nara. Bukan main senangnya gadis itu, apalagi mengetahui bahwa Rei mengorbankan banyak hal demi keinginannya.

Jantung Nara berdetak kencang saat menjemput sang long-distancernya. Banyak yang bilang saat sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu lalu bertemu kembali seperti dua orang yang baru saja dipertemukan cinta. Malu-malu.

Masih terekat erat diingatannya saat Nara menjemput Rei di bandara. Dengan balutan jaket abu-abu pemberian Nara, kaos yang pas dengan tubuh machonya, jeans hitam dan rambut bergaya spike sesuai permintaan Nara dulu membuat cowok yang satu ini terlihat keren sekali. Saat mata mereka bertemu langsung saja Rei menyambutnya. Rei memeluknya dengan erat, mencubiti pipinya, mencium keningnya. Manis sekali. Dan sejak saat itu hari-hari sepi Nara dipenuhi dengan Rei. Jalan-jalan bersama Rei, belanja bersama Rei, makan bersama Rei, bercanda bersama Rei, bertengkar bersama Rei, menangis bersama Rei. Rasanya perjuangan Nara memendam rindu selama ini kepada Rei terbayar sudah.

Tapi ternyata hari ini harus datang juga. Dimana setiap pertemuan ada perpisahan sebagaimana setiap kehidupan ada kematian. Mata Nara bengkak dan sembab, terlihat bahwa ia habis menangis. Nara memang menangis semalaman untuk Rei, untuk kekasih hatinya yang akan meninggalkanya, dan Nara takut karena ini adalah pertemuan terakhirnya dengan Rei, setidaknya sebagai sepasang kekasih. Nara sudah yakin dengan keputusannya.

"Kenapa kamu harus pergi? Kamu tidak tahu kalau aku sendirian? Aku kesepian disini"

"Aku mengerti sayang. Tapi sudah jalan kita untuk terpisah jarak dan waktu. Yang terpenting aku sudah melihatmu disini. Aku sudah mengetahui lingkungan dan keseharianmu. Percayalah kita pasti bisa melewati ini" Rei menenangkan Nara dengan lembut. Perjuangan mereka bukan hanya sebatas perbedaan tempat dan waktu. Masih ada perbedaan lagi yang membuat Nara takut dan akhirnya mengambil keputusan ini. Maafkan aku Rei..

"Nara?? Nara sayang???" Nara terbangun dari lamunannya.

"Yaa? ada apa Rei?" Nara menjawab terbata

"Kamu kenapa? Aku tadi tanya makan apa kita pagi ini untuk sarapan?"

"Oh, maaf sayang. Roti gulung sosis ciptaanmu saja bagaimana?"

"Oke, jangan melamun lagi yaa. Waktu kita tinggal sedikit." jawab Rei sambil mengusap kepalanya seperti anak kecil. Nara sangat suka diperlakukan seperti itu oleh Rei. Diperlakukan seperti anak kecil membuatnya merasa terlindungi. Tubuh Rei yang tinggi dan bidang selalu membuatnya merasa aman.

Sehabis sarapan mereka bergegas ke bandara. Hati Nara merasa sesak selama di perjalanan, seperti ada bom yang meledakkan hatinya beberapa menit sekali dan menghancurkannya berkeping-keping. Hhhh, tidak boleh menangis Nar. Jangan biarkan tangisanmu menjadi beban bagi Rei. Seakan-akan Rei yang meninggalkan dirinya. Padahal pada awalnya Nara lah yang berniat untuk menempuh pendidikan di luar, jauh dari rumahnya, jauh dari orangtuanya, jauh dari kekasihnya.

Jam menunjukkan pukul 9 tepat, 20 menit lagi pesawat Rei akan berangkat. Nara dan Rei duduk dibangku ruang keberangkatan. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Sesekali Rei mengajak Nara bercanda, namun hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Nara. Nara berusaha menahan diri sekuat tenaga, menahan emosi yang sudah bergejolak, menahan rasa sedih yang tak terbendung lagi, menahan air mata yang sudah mendesak keluar dari pelupuk matanya. Nara tidak mengerti bagaimana bisa Rei menyembunyikan kepedihan hatinya, dia tegar sekali.

"Aku sedih, sedih sekali. tapi bagaimana bila aku ikut menangis bersamamu? Siapa yang akan menguatkan mu? siapa yang akan menghapus air matamu? siapa yang akan kuat memelukmu?" kata-kata Rei terngiang kembali dikepalanya.

Kepada penumpang pesawat Lion Air dengan No. penerbangan JT 222 tujuan Jogja dipersilahkan untuk memasuki pesawat udara

Dheg! Panggilan itu datang. Panggilan yang merebut Rei dari sisi Nara dan membawanya pulang. Nara terdiam, menatap Rei. Mata indahnya, rambut hitamnya, lembut bibirnya. Secepat kilat Rei langsung memeluk Nara, mendekap gadis itu dalam dadanya. Seketika itu juga kaos Rei basah dengan air mata Nara. Nara menangis tersedu-sedu. Tiba-tiba sebuah ciuman mendarat di bibir Nara. Tidak lama, hanya sekilas, namun sangat membekas. Dua sejoli ini seakan tidak perduli dengan keadaan sekitar yang hiruk pikuk. Nara selalu menginginkan bibir lembut Rei, tapi tidak yang seperti ini. Ciuman singkat yang berisi kepahitan. Sebuh ciuman -perpisahan.


***
It's the best day ever... the best day ever...
Suara spongebob yang sedang asik bernyanyi menjerit dari handphone Nara. MAMA, tertera di layarnya. 

"Halo, ada apa ma?" Tidak biasanya mama meneleponnya seperti ini.

"Lagi dimana kamu Nara? Apa yang kamu lakukan dengan Rei disana?" suara mama terdengar marah.

"Rei sudah pulang ma, Nara sedang sendiri disini"

"Bagaimana bisa anak itu datang mengunjungi mu? Kenapa kamu masih berhubungan dengan dia?"

Hhhff, aku sudah menduga percakapan ini akan terjadi.
"Nara sayang Rei maa.." suara Nara bergetar. Hanya kata-kata itu yang mampu diucapkan Nara. Dia tahu tidak ada gunanya berdebat dengan mamanya yang dari dulu tidak merestui hubungannya dengan Rei.

"Nara sayang, masih banyak orang diluar sana, Kenapa harus dengan Rei? Carilah orang yang seiman dengan kita. orang yang juga mencintai Tuhanmu. Perjalananmu masih panjang Nar."

Ya, Nara dan Rei bukan hanya sepasang kekasih yang berada dalam perbedaan jarak dan waktu, tetapi juga keyakinan. Sudah banyak tekanan yang didapat Nara selama ini baik dari keluarga, teman-temannya, juga dari dalam dirinya sendiri. Nara capek menyembunyikan hubungan mereka dari orang-orang sekelilingnya, Nara capek merasa iri bila melihat sepasang anak muda berdoa bersama sebelum makan atau pergi beribadah bersama. Nara capek ketika ia tahu bahwa ia sudah diperingati namun ia hanya bisa meyakinkan dirinya kalau semua baik-baik saja. Nara capek ketika ingin berbagi cerita dengan orang lain untuk mendapat dukungan tetapi yang didapat hanya cemooh. 

"Iya ma, mama tenang saja. Setelah kepulangan Rei kemarin Nara sudah memutuskan hubungan dengannya. Nara hanya ingin melihatnya sebelum benar-benar berpisah dengannya. Sudah ya ma, Nara capek." Tiit..titt...tiitt..

Tidak baik bersikap seperti itu kepada orang tuanya, tapi Nara yakin mamanya tahu apa yang dia rasakan. Tidak ada lagi yang bisa dipertahankannya dengan Rei. Oleh karena itu Nara sudah merencanakan dari awal untuk memutuskan hubungan mereka setelah kepulangan Rei. Rei awalnya tidak terima, tapi dengan penjelasan Nara akhirnya Rei mengerti.

Nara benar-benar menikmati kebersamaannya dengan Rei, kebersamaannya yang terakhir -sebagai sepasang kekasih. Sepasang kekasih yang harus dipisahkan oleh keyakinan mereka sendiri. Suatu keputusan yang sulit mengingat betapa mencintanya mereka. Sekarang Nara kembali sepi. Dia memilih untuk menutup diri dari orang-orang sekelilingnya, menutup hatinya. Nara takut terjatuh lagi pada orang yang salah dan merasakan sakit dan luka yang sama di masa yang akan datang.
Share:
Read More
,

sepenggal suara hati

aku masih diluar
tempat yang tepat untuk memutuskan
akan masuk atau tidak
akan menerima atau menolak

aku masih diluar
tempat yang terang untuk melihat
dengan caraku sendiri
sebelum aku masuk
dan buta oleh mu

aku masih diluar
fikiran menarik kaki ku
melangkah masuk
tapi tidak dengan hatiku
Share:
Read More

Bazaar Duduk, Penggalian Dana Unik dari Bali


Saya masih ingat ketika pertama kali datang ke Bali untuk kuliah, pada masa awal perkuliahan sekelompok kakak kelas datang ke kelas saya. Mereka mengumumkan akan diadakannya bazaar oleh HMA (Himpunan Mahasiswa Arsitek) dan meminta bantuan dari adik kelas mahasiswa baru untuk membantu menjualkan bazaar tersebut. Satu orang mahasiswa baru mendapat jatah 10 kupon dimana bila saya bisa menjual habis kupon tersebut saya mendapat poin SKP (Satuan Kredit Partisipasi) yang poinnya dikumpulkan sebagai syarat wisuda pada akhir perkuliahan dan mendapat bonus satu kupon bazaar free. Kupon bazaar tersebut merupakan secarik kertas seharga 35rb yang bisa ditukarkan dengan makanan pada saat acara bazaar berlangsung. Acara bazaar sendiri umumnya dilakukan di suatu restoran yang cukup luas dan pihak panitia bekerja sama dengan pihak restoran untuk menyelenggarakan acara ini.

Tidak hanya membantu dalam menjualkan kupon, kami mahasiswa baru juga diminta tolong menjadi waiter dan waitress yang berarti kami berperan dalam melayani tamu di bazar tersebut. kami mencatat pesanan, memberikannya ke dapur, dan mengantarnya ke tamu.

Dalam acara bazaar ini juga diadakan panggung untuk menampilkan band-band atau musik akustik dari mahasiswa atau dari luar. Ada stand up comedy, acara request lagu -2 ribu rupiah per lagu-, dan juga sexy dancer. Acara ini tidak hanya di lakukan di tingkat jurusan saja, namun sampai ke tingkat fakultas. Bila pada tingkat jurusan hasil penggalian dana dari acara bazaar ini digunakan untuk keperluan Himpunan Mahasiswa atau untuk studi ekskursi bagi mahasiswa arsitek, maka ditingkat fakultas digunakan untuk keperluan Senat.
Saya yang merupakan pendatang awalnya terheran-heran dengan acara ini, dimana dari tempat asal saya belum pernah ditemui acara bazaar yang seperti ini. Sangant unik, dimana dulu -ditempat asal saya- kami membuat penggalian dana untuk menopang sebuah acara, namun kali ini kami membuat acara untuk sebuah penggalian dana. Acara ini juga sangat efektif untuk ajang berkumpul mahasiswa-mahasiswi dari jurusan atau fakultas. Begitu juga untuk menampilkan kreatifitas dari mahasiswa untuk mengemas acara yang tepat, dekorasi yang menarik dan pelayanan yang baik terhadap tamu-tamu sehingga setiap orang yang berkunjung ke acara tersebut merasa nyaman. Selain itu kekompakan panitia juga di uji disini, sekalian ajang untuk mendekatkan diri kepada mahasiswa baru ataupun sebaliknya.

Tidak hanya mahasiswanya saja, bahkan dosen pun ikut berpartisipasi dalam bazaar ini. Namun kebanyakan dosen berpartisipasi dalam pembelian kupon sehingga spesial untuk para dosen boleh memakai sistem delivery.

Selain bazaar duduk juga ada bazaar lain yang sering dilakukan pemuda-pemuda Bali untuk penggalian dana, yaitu bazaar lepas. Letak perbedaannya adalah muda-mudi tidak terjun langsung kelapangan. Tidak ada waiter atau waitress dan panitia. Pengunjung hanya menukarkan kuponnya dengan makanan di tempat yang telah ditentukan seperti restoran ataupun fast food.

Selain dilakukan dikalangan universitas, ternyata pada suatu banjar -organisasi kemasyarakatan masyarakat tradisional Bali, seperti RT/RW- membuat acara seperti ini. Umumnya yang melaksanakan aktif adalah pemuda-pemudi dari banjar tersebut. Tujuannya utamanya adalah penggalian dana namun banyak keuntungan lainnya yang bisa didapat seperti menjalin kekeluargaan dan kerja sama antar satu dengan yang lainnya.

Oleh karena itu jangan heran bila suatu saat anda tinggal di Bali dan kemudian ditawari kupon bazaar oleh mahasiswa mahasiswi atau pemuda pemudi di Bali.
Share:
Read More